<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Join To Sansevieria Lovers</title>
	<atom:link href="http://sansevieriaku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sansevieriaku.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Feb 2011 04:11:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sansevieriaku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Join To Sansevieria Lovers</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sansevieriaku.wordpress.com/osd.xml" title="Join To Sansevieria Lovers" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sansevieriaku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aneka Cara Perbanyak Sansevieria</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/10/27/aneka-cara-perbanyak-sansevieria/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/10/27/aneka-cara-perbanyak-sansevieria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 15:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Selama 2 tahun, 4 pot Sansevieria kirkii 3-4 daun koleksi Iwan Hendrayanta di Permata Hijau, Jakarta Barat, bermetamorfosis jadi 400 tanaman baru. Si lidah mertua tembaga itu dicacah-cacah daunnya membentuk persegi panjang sepanjang 5-7 cm. Lalu ditancap-tancapkan di media pasir hingga mengeluarkan anakan. Kalau dibiarkan &#8216;bereproduksi&#8217; alami paling hanya didapat 1-2 anakan per tahun. Maklum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=42&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/10/sansevieria-twister.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-43" title="sansevieria-twister" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/10/sansevieria-twister.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Selama 2 tahun, 4 pot Sansevieria kirkii 3-4 daun koleksi Iwan Hendrayanta di Permata Hijau, Jakarta Barat, bermetamorfosis jadi 400 tanaman baru.</p>
<p>Si lidah mertua tembaga itu dicacah-cacah daunnya membentuk persegi panjang sepanjang 5-7 cm. Lalu ditancap-tancapkan di media pasir hingga mengeluarkan anakan.</p>
<p>Kalau dibiarkan &#8216;bereproduksi&#8217; alami paling hanya didapat 1-2 anakan per tahun. Maklum kirkii termasuk jenis yang lamban tumbuh. Makanya ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia yang hobiis sansevieria itu mencoba memotong-motong daun kirkii. &#8216;Setek&#8217; daun itu lantas dibenamkan di media pasir. Hasilnya dari 1 potong daun muncul<br />
<span id="more-42"></span><br />
<strong>2-3 anakan sekaligus dalam hitungan bulan</strong></p>
<p>Cara serupa juga dicoba A. Gembong Kartiko, pekebun di Batu, Jawa Timur. Pemilik Sapta Plant &amp; Pottery itu menyebut cara itu sebagai teknik potong tahu. &#8216;Daunnya kan dipotong-potong seperti potongan tahu,&#8217; kata Gembong. Caranya, daun kirkii dewasa sepanjang minimal 15 cm dicacah menjadi 5 bagian. Artinya, setiap potong hanya sepanjang 3 cm. Namun, buat pemula pria berambut gondrong itu menyarankan ukuran lebih panjang supaya aman.</p>
<p>Gembong menyemai di media campuran sekam bakar dan pasir malang dengan perbandingan 1:3. Selama 2 minggu cacahan tidak perlu disiram. Memasuki minggu ke-3 baru siram menggunakan larutan mengandung hormon perangsang tumbuh. Sekitar 3-4 bulan kemudian, tunas baru bermunculan. Setelah 6 bulan pascapencacahan, anakan dengan 4 daun siap dijual.</p>
<p>Di Solo, Andy Solviano Fajar, mencoba teknik cacah pada jenis congo. Potongan daun berukuran 3,5 cm x 3,5 cm atau 5 cm x 5 cm ditanam di media pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan sama. Dalam 4 bulan didapat anakan baru.</p>
<p><strong>Pabrik anakan </strong></p>
<p>Keuntungan teknik cacah, anakan dihasilkan terus-menerus. &#8216;Anakan hasil perbanyakan dengan cacah bisa langsung jadi indukan begitu daunnya dewasa,&#8217; kata Iwan. Penggemar encephalarthos itu menyebutnya perbanyakan dari daun ke daun. Karena setiap daun baru potensial jadi indukan untuk perbanyakan berikut, anakan pun seperti tak ada habis-habisnya.</p>
<p>Namun, tidak semua lidah mertua bisa diduplikasi dengan cara cacah daun. &#8216;Sansevieria bermotif belang, terutama hijau kuning atau hijau putih, tidak bisa diperbanyak dengan memotong daun,&#8217; ujar Iwan. Risikonya, anakan yang dihasilkan berbeda dengan indukan. Bila tunas muncul dari bagian berwarna hijau, individu baru yang muncul juga hijau.</p>
<p>Risiko busuk lumayan besar, 50%. Penyebab utama, serangan cendawan dan bakteri lantaran pisau tidak steril, bagian luka tidak terlindung fungisida dan bakterisida, serta media terlalu lembap karena air siraman menggenang. Kendala lain, akar lambat tumbuh sehingga pertumbuhan anakan pun terhambat.</p>
<p>Untuk mempercepat akar tumbuh, Andy membungkus bagian bawah cacahan daun dengan tisu. Posisi cacahan tidak ditanam, tapi dibaringkan di atas media. Lalu disiram secara terus-menerus selama 1 bulan dengan larutan perangsang akar. Setelah akar keluar, baru ditanam di media campuran pasir malang dan sekam bakar. Jika ingin memacu tunas lebih cepat tumbuh dan bongsor, sungkup dengan plastik bening. Pertumbuhan daun baru 2 kali lebih bongsor dibanding tanpa sungkup.</p>
<p><strong>(TRUBUS, dari judul asli: &#8220;Potong Tahu Sansevieria Tembaga&#8221;/ Evy Syariefa/Peliput: Destika Cahyana)</strong></p>
<p>pengelola langitlangit.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=42&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/10/27/aneka-cara-perbanyak-sansevieria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/10/sansevieria-twister.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sansevieria-twister</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sansevieria, Daun Pendek Lebih Mahal</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/10/27/sansevieria-daun-pendek-lebih-mahal/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/10/27/sansevieria-daun-pendek-lebih-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 15:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[daun]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Lidah mertua memang dikenal sebagai tanaman anti polutan, yang bisa menyerap polusi udara dan tanah. Namun, tanaman ini pun tetap cantik dijadikan eksterior rumah. Setelah Aglaonema dan Anthurium sempat menjadi buah bibir di kalangan pecinta tanaman, kini giliran Sansevieria (Sansevieria Sp.) atau yang lebih dikenal dengan nama lidah mertua (mother-in-law&#8217;s tongue) yang sedang digemari banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=38&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/10/sansevieria-thifasciata-var-laurentic.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-39" title="sansevieria-thifasciata-var-laurentic" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/10/sansevieria-thifasciata-var-laurentic.jpg" alt="" width="360" height="360" /></a></p>
<div>
<p>Lidah mertua memang dikenal sebagai tanaman anti polutan, yang bisa menyerap<br />
polusi udara dan tanah. Namun, tanaman ini pun tetap cantik dijadikan eksterior<br />
rumah.</p>
<p>Setelah Aglaonema dan Anthurium sempat menjadi buah bibir di kalangan pecinta<br />
tanaman, kini giliran Sansevieria (Sansevieria Sp.) atau yang lebih dikenal<br />
dengan nama lidah mertua (mother-in-law&#8217;s tongue) yang sedang digemari banyak<br />
orang.Sebenarnya, sudah sejak lama tanaman ini diincar orang banyak. Akan<br />
tetapi, pesona Aglaonema dan Anthurium sempat membuat lidah mertua terlupakan.<br />
Meski demikian, tanaman ini sering dipamerkan di berbagai acara eksebisi tanaman<br />
hias dan dijual banyak nursery.</p>
<p><span id="more-38"></span><br />
Konon, dilihat berdasarkan bentuk daunnya yang memanjang ke atas dan berujung<br />
tajam inilah tanaman unik ini dinamai lidah mertua. Seperti S. laurentii yang<br />
daunnya tumbuh tinggi dan berujung tajam. Namun, ada juga Sansevieria berdaun<br />
pendek yang dinamai kuku bima.</p>
<p>Kuku bima berharga lebih mahal dibanding Sansevieria yang daunnya memanjang ke<br />
atas, karena masa tumbuhnya yang lamban. Harganya pun bisa mencapai Rp 250 ribu<br />
- Rp 300 ribu per pot. Bahkan, sampai ada yang dihargai per daun!</p>
<p>&#8220;Untuk Sansivieria yang daunnya memanjang ke atas, tumbuhnya lebih cepat, jadi<br />
harganya pun tak semahal yang berdaun pendek,&#8221; ujar Romaida Magdalena Sirait,<br />
Manager Produksi IndoFlowers Nursery.<br />
<strong>ANTI POLUTAN </strong></p>
<p>Lidah mertua pun dikenal sebagai tanaman anti polutan. Lihat saja, banyak<br />
pabrik-pabrik tak lupa menanam lidah mertua di sekitar halamannya. Lidah mertua<br />
pun tetap indah dipandang saat ditanam di halaman rumah sebagai eksterior rumah.<br />
Apalagi, kata Roma, tanaman mudah perawatannya.</p>
<p>&#8220;Tidak perlu pupuk yang rumit, pakai kompos pun bisa. Jika pakai pupuk, beri<br />
yang slow release setiap 3 bulan sekali. Di musim hujan, sirami 2 hari sekali<br />
saja. Dan sehari sekali di musim panas.&#8221;</p>
<p>Kendati demikian, waspadai penyakit yang bisa membuat daun lidah mertua menjadi<br />
basah dan membusuk. Namun, meski salah satu daunnya terkena penyakit busuk,<br />
tidak akan memengaruhi daun lain atau tunas baru yang tumbuh.</p>
<p>Penyakit yang menyerang daun ini, lanjut Roma, hanya menghabiskan daun yang<br />
sudah busuk saja. Jadi, agar penampilannya tetap bagus, cukup buang daun yang<br />
busuk dan beri bakterisida. Lalu, daun atau tunas baru akan muncul lagi. Untuk<br />
perbanyakan, imbuh Roma, bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu anakan atau<br />
menyemai bunga.</p>
<p>Uniknya, meski tampaknya hanya tumbuh daun saja, lidah mertua pun ternyata<br />
memiliki bunga. Jika sudah berbunga, menurut Roma, lidah mertua akan memiliki<br />
nilai jual tersendiri karena dianggap sebagai tanaman &#8220;senior&#8221; atau sudah lama<br />
dan memasuki masa vegetatif (masa pertumbuhan).<br />
<strong>PUNYA BANYAK NAMA</strong></p>
<p>1. Selain dikenal sebagai lidah mertua, tanaman ini pun kerap disebut tanaman<br />
ular sontak.</p>
<p>2. Di setiap negara, lidah mertua memiliki banyak sebutan. Ada yang menamainya<br />
century plan, pak lan, atau african devil&#8217;s.</p>
<p>3. Konon, lidah mertua memiliki khasiat dapat menyembuhkan berbagai penyakit<br />
seperti borok, bisul atau influenza.</p>
<p>4. Meski lidah mertua dikenal sebagai tanaman penyerap polusi, taman lain pun<br />
ada yang memiliki fungsi sama, yaitu Bromelia tetapi dengan kadar yang berbeda.</p>
<p>Nove<br />
<strong>BERBAGAI JENIS SANSEVIERIA</strong></p>
<p>1. Sansevieria Sp. (Cincau), bentuk daunnya seperti daun cincau. Daunnya keras,<br />
tumbuh banyak, tetapi tak bisa tumbuh membesar. Paling tinggi hanya mencapai 1,5<br />
meter.</p>
<p>2. S. laurentii, jenis generasi pertama yang banyak ditanam. Mudah tumbuh tinggi<br />
dengan populasi yang cukup banyak.</p>
<p>3. S. cylindrical, tinggi daunnya bisa mencapai 2 meter. Bentuknya seperti jari<br />
tangan dan tumbuh banyak, minimal 3 daun dan maksimal 10 daun. Daun dan<br />
batangnya berbentuk semakin melebar.</p>
<p>4. S. kirkii, tepi daunnya bergelombang, tidak rata, bertekstur, dan warna<br />
daunnya cokelat. Harganya masih mahal karena lamban tumbuhnya.</p>
<p>5. Kuku bima, bentuk daunnya kecil-kecil seperti kuku bima. Termasuk tanaman<br />
yang tumbuh lamban dan ukurannya tak bisa lebih besar lagi. Uniknya, garis tepi<br />
daunnya berwarna merah. Harganya masih tergolong mahal dan populasinya sedikit.</p>
<p>6. Tombak, daunnya tinggi seperti tombak dengan warna hijau muda.</p>
<p>7. Honey sticker, daunnya keriting di bagian tengah dengan semburat kuning, dan<br />
tepi daun berwarna hijau.</p>
<p>8. Superball, tepi daun berwarna kuning dan tengah daunnya bermotif loreng.</p>
<p>9. Tiger, sesuai namanya warna daunnya memiliki bercak seperti kulit macan.</p>
<p>Noverita K. Waldan</p>
<p>Dari : <a href="http://www.tabloidnova.com/">www.tabloidnova.com</a></p>
<p>Post By bijibunga</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=38&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/10/27/sansevieria-daun-pendek-lebih-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/10/sansevieria-thifasciata-var-laurentic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sansevieria-thifasciata-var-laurentic</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip Dasar Penyiraman Sansevieria</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/prinsip-dasar-penyiraman-sansevieria/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/prinsip-dasar-penyiraman-sansevieria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[penyiraman]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Sansevieria merupakan tanaman tropis yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia. Bahkan, tanaman yang diketahui mampu menyerap racun ini pun banyak dijumpai di pinggir jalan raya. Namun, sejak awal abad ke-19, tanaman ini pun mulai naik pamornya. Sansevieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=32&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/143.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-33" title="143" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/143.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a></p>
<p>Sansevieria merupakan tanaman tropis yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia. Bahkan, tanaman yang diketahui mampu menyerap racun ini pun banyak dijumpai di pinggir jalan raya.</p>
<p>Namun, sejak awal abad ke-19, tanaman ini pun mulai naik pamornya. Sansevieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam ternyata mampu memikat hati para penggemar tanaman hias.</p>
<p>Untuk mendapatkan sansevieria yang indah dan memukau, tentu tidak terlepas dari teknik perawatan yang tepat. Sifatnya yang bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun, membuat sansevieria sangat mudah dirawat. Namun tetap saja, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan perawatan tersebut.<br />
<span id="more-32"></span><br />
Salah satu faktor yang perlu diketahui dalam perawatan sansevieria ini adalah penyiraman.</p>
<p>Penyiraman merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengganti kehilangan air dari media. Besarnya kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh jenis sansevieria, fase pertumbuhan tanaman, suhu lingkungan, kondisi pencahayaan, dan kondisi lingkungan (<em>indoor</em> atau <em>outdoor</em>).</p>
<p>Berikut ini adalah prinsip dasar penyiraman sansivieria yang bisa Anda terapkan.</p>
<p>• Jenis sansevieria yang berdaun lebar dan tipis, seperti S. trifasciata, membutuhkan air lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang mempunyai daun tebal dan sempit seperti S. cylindrica.</p>
<p>• Pada lingkungan dengan suhu tinggi, kelembapan udara rendah, dan sinar matahari melimpah, kebutuhan air lebih tinggi. Sebaliknya, pada suhu rendah, minim cahaya matahari, dan kelembapan udara tinggi akan menurunkan tingkat kebutuhan air.</p>
<p>• Jenis wadah memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan. Pot yang terbuat dari tanah liat akan meloloskan uap air dari permukaannya, sehingga air dalam media tanam akan segera habis.</p>
<p>• Gejala kelebihan air sama dengan gejala kekurangan air, di antaranya tanaman layu, warna tepi daun menjadi kecokelatan, daun baru tumbuh kerdil, dan pertumbuhan terhambat.</p>
<p>• Kelebihan air dapat mendorong oksigen keluar dari media tanam tanaman. Tenaman akan mudah terserang oleh berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.</p>
<p><strong>Dikutip dari buku &#8220;Pesona Sansevieria&#8221; karangan Ir. Sentot Pramono terbitan AgroMedia Pustaka.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=32&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/prinsip-dasar-penyiraman-sansevieria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/143.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">143</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Atasi Musuh Besar Sansevieria</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/cara-atasi-musuh-besar-sansevieria/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/cara-atasi-musuh-besar-sansevieria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya tidak terlalu banyak hama dan penyakit yang menyerang sansevieria. Namun demikian beberapa hama dan patogen penyebab penyakit sering mengganggu pertumbuhan tanaman ini. Hama pada sansevieria umumnya dari jenis serangga yang merusak tanaman. Sedangkan penyakit yang menyerang adalah jamur dan bakteri. Hama Siput Siput yang telanjang atau yang berumah akan menyerang bagian daun, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=30&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/128.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-29" title="128" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/128.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pada dasarnya tidak terlalu banyak hama dan penyakit yang menyerang sansevieria. Namun demikian beberapa hama dan patogen penyebab penyakit sering mengganggu pertumbuhan tanaman ini. Hama pada sansevieria umumnya dari jenis serangga yang merusak tanaman. Sedangkan penyakit yang menyerang adalah jamur dan bakteri.</p>
<p><strong>Hama<br />
Siput</strong><br />
Siput yang telanjang atau yang berumah akan menyerang bagian daun, bahkan akar tanaman. Gejalanya mudah dikenali, karena tampak adanya bekas gigitan pada daun dan kotoran yang berserakan di sekitar tanaman. Siput aktif menyerang sansevieria pada malam hari. “Pada umumnya, pemberantasan hama ini bisa dilakukan secara manual, yakni dengan cara mengambil dan membuang siput yang umumnya berada di bagian bawah daun. Akan tetapi, bila serangannya cukup hebat, dapat digunakan melusida Metaphar atau Moluskil dengan dosis sesuai anjuran,” ujar Syaichul.</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p><strong>Thrips </strong><br />
Selain siput, hama jenis thrips juga sering menyebabkan kerusakan yang parah. Hama jenis ini menghisap cairan tanaman, sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman. Di Indoensia, thrips yang menyerang biasanya dari jenis Herciotrips Feronalis. Hama ini biasanya akan menyerang pada musim kemarau. Thrips dapat diberantas dengan Kelthane, Tracer, atau Supracide dengan dosis sesuai anjuran.</p>
<p><strong>Penyakit</strong><br />
Penyakit yang menyerang sansevieria umumnya merupakan gangguan yang diakibatkan oleh adanya patogen atau jasad renik yang tidak terlihat oleh mata biasa.</p>
<p><strong>Busuk lunak (becterial stem rot) </strong><br />
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia Carotovora yang menyerang daun atau akar tanaman, terutama menginfeksi melalui luka yang menganga. Daun atau akar yang terserang tampak berwarna kecoklat-coklatan dan terasa lunak bila dipegang, berlendir, serta berbau tidak enak, dan lama kelamaan akan berubah seperti bubur.</p>
<p>Penyakit ini muncul apabila kondisi tanaman lembab akibat hujan yang terus menerus dan kurang cahaya. Patogen ini cepat menyebar melalui perantara air, serangga, tangan, alat pertanian, ataupun pakaian pekerja.</p>
<p>Cara mengatasi serangan patogen ini adalah dengan memangkas bagian yang terkena serangan dan mengolesinya dengan Na-hipoklorit (Clorox), serta membakar bagian yang terkena serangan. Sementara, untuk mencegah serangan bagian lainnya digunakan bakterisida Agrept sesuai dosis anjuran.</p>
<p><strong>Busuk akar </strong><br />
Busuk akar disebabkan oleh jamur Aspergillus niger. Jamur ini muncul apabila kondisi media tumbuh terlalu basah. Apabila jamur ini telah menyerang, satu-satunya cara agar serangan tidak meluas adalah sebagai berikut :</p>
<p>Angkat tanaman dan potong akar yang busuk. Akan terlihat kumpulan spora jamur yang berwarna coklat kehitam-hitaman.</p>
<p>Cuci perakaran sampai bersih dan rendam sebentar dalam larutan fungisida (misalnya : Aliette dengan dosis sesuai anjuran dan labelnya).</p>
<p>Tanaman dalam media baru.<br />
Bakar media yang lama, karena telah tercemar spora jamur.</p>
<p><strong>Bercak daun </strong><br />
Gejala serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium Moniliforme ini khas sekali, yaitu munculnya warna ungu kemerah-merahan pada daun yang terserang. Selanjutnya, bercak kemerah-merahan akan melebar dan membentuk luka. Pemupukan nitrogen yang terlalu tinggi akan memacu serangan fusarium ini.</p>
<p>Untuk mencegah meluasnya serangan, lakukan langkah-langkah berikut :</p>
<p>Mula-mula, keluarkan tanaman dari pot dan buang bagian yang sakit.</p>
<p>Selanjutnya, tanam dalam media baru dan semprot dengan fungisida misalnya: Benlate, Dithane, atau Antracol dengan dosis sesuai label.</p>
<p><strong>Cara pengendalian Hama &amp; Penyakit Sansevieria </strong></p>
<p><strong>Pengendalian mekanis </strong><br />
Pengendalian secara mekanis dilakukan apabila serangan hama masih dalam jumlah terbatas. Misalnya, siput dapat diambil dengan tangan dan dibunuh. Demikian juga dengan kutu yang terdapat pada bagian daun dapat didorong dengan kuku dan dibunuh. Semut-semut yang tidak terlalu banyak pun dapat diambil secara manual dengan tangan.</p>
<p><strong>Sanitasi </strong><br />
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara untuk menangkal serangan hama dan penyakit. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman merupakan tempat persembunyian yang disukai hama dan patogen penyebab penyakit. Dengan membersihkan kebun secara rutin, hama tidak mempunyai kesempatan untuk bersembunyi. Selain itu, kebun yang bersih akan sedap dipandang dan merupakan lingkungan kerja yang baik.</p>
<p><strong>Kultur teknis </strong><br />
Pemeliharaan tanaman yang baik dapat meningkatkan kesehatan tanaman. Penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta penggantian media tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Secara tidak langsung, kultur teknis yang baik dapat memantau keberadaan hama dan penyakit secara dini.</p>
<p><strong>Pengendalian Kimiawi</strong><br />
Apabila serangan hama dan penyakit telah berada di ambang batas atau mencapai 10%, pengendalian secara kimiawi merupakan pilihan. Akan tetapi, pemakaian bahan kimia secara berlebihan akan membawa dampak negatif bagi lingkungan. Untuk itulah penggunaanya harus terkontrol. [adi]</p>
<p><strong>(Sumber: Tabloid Galery, http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/09/18/bolpho-pyllom/)</strong></p>
<p>pengelola : LangitLangit.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=30&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/cara-atasi-musuh-besar-sansevieria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">128</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Media Tanam Sansevieria</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/media-tanam-sansevieria/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/media-tanam-sansevieria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Sansevieria memiliki rentang toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan. Sifat ini sangat menguntungkan pada proses budi daya dan penyebarannya. Media tanam apa yang pas? Apa komposisi yang bagus untuk sansevieria? Baca tips berikut. Daya tahan sansevieria yang cukup kuat dan rentang toleransinya yang cukup tinggi terhadap kondisi lingkungan yang kurang mendukung menjadi faktor yang menguntungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=26&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/390.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-27" title="390" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/390.gif" alt="" width="272" height="245" /></a></p>
<p>Sansevieria memiliki rentang toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan. Sifat ini sangat menguntungkan pada proses budi daya dan penyebarannya. Media tanam apa yang pas? Apa komposisi yang bagus untuk sansevieria? Baca tips berikut.</p>
<p>Daya tahan sansevieria yang cukup kuat dan rentang toleransinya yang cukup tinggi terhadap kondisi lingkungan yang kurang mendukung menjadi faktor yang menguntungkan dalam penanamannya. Sansevieria memungkinkan ditanam dalam berbagai kondisi lingkungan, mulai di dalam ruangan, lahan terbuka, sampai penanaman dengan sistem hidroponik. Setiap lingkungan tumbuh tersebut tentunya memiliki kareteristik yang berbeda-beda. Karenanya, cara penanaman maupun perawatannya tidaklah sama.</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p><strong>Tidak Senang Air?<br />
</strong><br />
Pada dasarnya sansevieria membutuhkan media tanam yang porous, bertekstur kasar, dan mengandung sedikit bahan organik. Hal ini sangat penting mengingat tanaman sansevieria tidak menghendaki kondisi media yang terlalu lembap. Media tanam yang porous menjamin tersedianya oksigen bagi akar tanaman. Porositas yang tinggi juga menunjukkan drainase yang baik. Dengan demikian, media tidak akan menyimpan air terlalu banyak. Kandungan air yang tinggi pada media tanam bisa menyebabkan akar membusuk</p>
<p>Keasaman(pH) media tanam yang ideal untuk sansevieria adalah 5,5-7,5. Meskipun demikian tanaman ini bisa bertoleransi pada rentang pH 4,5-8,5. Pada kondisi asam, penyerapan hara nitrat dan fosfor akan terhambat. Kondisi asam juga mendorong bebasnya besi dan almunium yang jutru merupakan racun bagi tanaman. Selain itu, media tanam yang terlalu asam merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan pathogen. Akibatnya, tanaman menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur seperti busuk rimpang dan busuk daun.</p>
<p>Jika pH terlalu rendah, media memerlukan penambahan kalsium karbonat(CaCO3) atau kapur. Dalam hal ini, unsur yang berperan dalam menaikan pH adalah kalsium. Sebaliknya, jika media terlalu basa, kita bsia menambahkan sulfur untuk menurunkan nilai pH. Selain itu, sulfur juga termasuk salah satu unsur yang dibutuhkan tanaman meskipun dalam jumlah sedikit.</p>
<p><strong>Jenis Media Tanam<br />
</strong><br />
Jenis media tanam yang biasa digunakan di antaranya tanah, pasir, pupuk organik, bahan organik, dan bantuan.</p>
<p>1. Tanah adalah jenis media yang lazim digunakan untuk tanaman. Sebaiknya tanah untuk sansevieria bukan jenis tanah liat karena porositasnya kecil. Jenis tanah berporositas tinggi diantaranya adalah tanah merah(latosol). Selain itu, penggunaan tanah sebagai media tanam sansevieria dapat menyediakan beberapa unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.</p>
<p>2. Pasir sangat bagus digunakan sebagai media tanam sansevieria, terutama yang ditempatkan dalam ruangan. Selain porositasnya tinggi, pasir mempunyai kapasitas tukar kation yang rendah sehingga sangat lambat dalam melepaskan unsur hara. Jenis pasir yang umum digunakan adalah pasir malang.</p>
<p>3. Bahan Organik Sumber bahan organik bisa berupa sekam mentah, sekam bakar, cocopeat,d an cacahan akar pakis. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang tidak banyak, bahan ini berfungsi untuk memperbaiki tingkat aerasi media tanam. Di samping itu, penggunaan arang sekam dapat menyediakan unsur kalium bagi tanaman.</p>
<p>4. Arang paling baik untuk campuran media tanam sansevieria adalah arang batok kelapa. Arang ini memiliki tekstur yang lebih halus dan tidak mudah lapuk sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.</p>
<p>5. Pupuk Organik bisa berupa pupuk kandang, misalnya kotoran kambing dan kotoran sapi. Pupuk kandang yang akan digunakan harus yang sduah matang. Bahan ini mengandung unsur N, P, K, yang berguna bagi tanaman.</p>
<p>6. Batuan umumnya digunakan untuk melapisi permukaan media tanaman besih. Batuan yang umum digunakan adalah zeolit, kerikil, dan batu kali. Batuan ini sebernanya juga bisa digantikan denagn pecahan bata merah. Selain sebagai elelmen dekoratif, batuan ini bisa menjaga kelembapan dan menstabilkan keasaman media tanam karean mengandung kalsium. Selain itu, batuan di permukaan media bisa menghambat pertumbuhan gulma. Pecahan bata merah bahkan bsia mengikat air sehingga juga sangat cocok untuk penanaman sistem hidroponik.</p>
<p>Bebagai macam media tersebut umumnya digunakan dalam bentuk campuran. Komposisi campuran bahan-bahan tersebutr berbeda-beda, tergantung pada ketersediaan bahan dan kondisi lingkungan.</p>
<p>Berikut komposisi dari campuran media tanam yang digunakan</p>
<p>Tabel 1. Komposisi campuran media tanam</p>
<p>Jenis Pasir Tanah Bahan Plastik Pupuk Plastik Arang<br />
Komposisi A 1 &#8211; 1 1 -<br />
Komposisi B 2 1 1 1 -<br />
Komposisi C 3 &#8211; 1 1 -<br />
Komposisi D 2 2 &#8211; 1 -<br />
Komposisi E 2 2 &#8211; 1 0.5</p>
<p>(Disunting sesuai kebutuhan dari duniaflora.com)</p>
<p>Pengelola : LangitLangit.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=26&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/22/media-tanam-sansevieria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/390.gif" medium="image">
			<media:title type="html">390</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boomieng Sansevieria</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/10/boomieng-sansevieria/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/10/boomieng-sansevieria/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 09:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Sansevieria Masonia Congo Giant Suatu sore hari di medio November 2007. Sebuah gerai di pameran Trubus Agro Expo 2007 ramai oleh pengunjung. Ratusan pot sansevieria: gold flame, california, dan pagoda yang terpajang di ruangan berukuran 4 m x 6 m jadi perhatian utama. Di penghujung pameran selama 10 hari, Harry Sugianto, pemilik stan, menuai omzet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=15&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/sansevieria-masonia-congo-giant.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" title="sansevieria-masonia-congo-giant" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/sansevieria-masonia-congo-giant.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sansevieria Masonia Congo Giant</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Suatu sore hari di medio November 2007. Sebuah gerai di pameran Trubus Agro Expo 2007 ramai oleh pengunjung. Ratusan pot sansevieria: gold flame, california, dan pagoda yang terpajang di ruangan berukuran 4 m x 6 m jadi perhatian utama. Di penghujung pameran selama 10 hari, Harry Sugianto, pemilik stan, menuai omzet Rp50-juta dari penjualan 500 pot sansevieria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Nominal sebesar itu tak pernah terbayangkan sebelumnya. Maklum, Harry tergolong &#8216;anak bawang&#8217;. Pensiunan perusahaan alat berat itu baru terjun di bisnis lidah mertua pada Maret 2007. Ketika itu ia nekat ikut pameran pertama kali di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta Timur. Nekat? Ya, ketika itu dunia tanaman hias tengah &#8216;dikuasai&#8217; anthurium, si raja daun. Harry kukuh pada pendirian dengan memajang 1 jenis tanaman: sansevieria. &#8216;Waktu itu omzetnya hanya Rp15-juta. Saya betul-betul tak menyangka omzet berlipat 3 kali dalam hitungan bulan,&#8217; katanya.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Kini Harry membuka greenhouse di bilangan Lido, Bogor, seluas 500 m2. Itu untuk menampung jenis cylindrica, giant, dan canaliculata. Ketiganya tergolong berdaun tebal. Maklum, sejak sebulan terakhir permintaan yang masuk jenis berdaun tebal, bulat, dan kering yang disukai karena bandel dan tahan banting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span id="more-15"></span><br />
<span> <strong>Eksklusif</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Wajah baru yang juga ketiban rezeki lidah jin ialah Heroe Pramono di Surabaya. General manajer sebuah perusahaan bahan bangunan itu terjun ke bisnis sansevieria pada Juni 2007. Pada penghujung 2007 Heroe menjual 100 pot lidah mertua per bulan. Jenis yang diburu pelanggan, S. zaelani australian black spot, gold flame, twister, dan patula. Heroe meraup omzet Rp7,5-juta-Rp10-juta per bulan. Manisnya sansevieria juga dirasakan Nanang Prasojo di Yogyakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Sukses 3 pendatang baru di bisnis sansevieria itu bukan tanpa sebab. Penelusuran Trubus ke berbagai daerah, bisnis sansevieria memang tengah menggeliat. &#8216;Sejak 3 bulan silam pasar sansevieria mulai bergerak,&#8217; kata Iwan Hendrayanta, ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia. Ia merujuk pada pendapatan di nurserinya Rp32-juta per bulan sejak 3 bulan silam. Beberapa pemain fanatik menyebut pergerakan pasar sansevieria sejak setahun silam. Itu terutama untuk jenis eksklusif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Menurut Agus Mulyadi, pemain sansevieria di Solo, lidah naga disebut eksklusif bila bersosok cantik, langka, dan pertumbuhan lambat. Tiga syarat itu menyebabkan sansevieria eksklusif dibandrol selangit, Rp500-ribu-Rp60-juta per pot. Djumiati Aris Budiman, pemilik nurseri Watuputih, Yogyakarta memberi syarat tambahan. &#8216;Tanaman biasa bisa jadi eksklusif bila mengalami mutasi,&#8217; katanya. Sebut saja jenis giant alias masoniana. Tanpa mutasi harganya Rp50-ribu-Rp100-ribu per daun. Namun, giant variegata putih Rp7,5-juta per daun. Giant variegata golden (kuning, red) dibandrol Rp5-juta per daun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Definisi lebih lunak diberikan Soedjianto, pemain di Wonosobo. &#8216;Yang disebut eksklusif semua jenis sansevieria nonlaurentii dan hahnii,&#8217; tuturnya. Harganya mulai Rp50-ribu per pot hingga puluhan juta rupiah. Toh, bukan berarti semua lidah naga sekelompok S. trifasciata laurentii dan hahnii tergolong murahan. California yang dibandrol Rp1-juta per pot berdaun 3-4; gold flame Rp250-ribu-Rp1- juta per pot. Golden wendy-sekelompok dengan hahnii-Rp750-ribu-Rp2,5-juta per pot.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
<strong>Momentum</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Bukan tanpa alasan jika kini sansevieria berkibar. &#8216;Harga anthurium sudah tidak masuk akal. Jadi, pemain tanaman hias mencari tanaman lain yang bisa diangkat dengan harga rasional. Sansevieria memenuhi syarat itu,&#8217; ujar Iwan.<br />
Harga lidah naga memang terjangkau. &#8216;Ia mengalami kenaikan, tapi bertahap. Tidak sedrastis raja daun,&#8217; kata Willy Poernawan, ketua Masyarakat Sansevieria Indonesia (MSI), di Yogyakarta. Sebut saja S. kirkii var. pulchra &#8216;coppertone.&#8217; Pada awal 2007 harga 3-4 daun dengan bentangan 20 cm Rp250-ribu. Pertengahan tahun menjadi Rp350-ribu-Rp450-ribu, dan di penghujung tahun Rp750-ribu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Kenaikan harga yang cenderung bertahap itu membuat pemain mudah memprediksi pasar. &#8216;Pergerakan harga mudah dipantau, harga di mancanegara diketahui persis melalui internet,&#8217; ujar Harry. Itulah salah satu alasan Harry nekat bermain sansevieria. Artinya, di bisnis sansevieria, pemula sekalipun tak akan merasa tertipu membeli dengan harga tinggi.<br />
Informasi yang serba terbuka di dunia sansevieria menjadi antitesis bagi orang yang menganggap harga di dunia tanaman hias rawan goreng-menggoreng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
<strong>Penuhi 7 Syarat</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Djumiati menambahkan 7 syarat yang mesti dimiliki tanaman agar bisa diterima masyarakat dan menjadi tren. Tiga syarat pertama berhubungan dengan estetika: cantik, variasi bentuk beragam, dan variasi warna tinggi. &#8216;Sebetulnya dengan 3 syarat itu, sebuah tanaman pasti disukai hobiis, tapi tak cukup kuat untuk menjadi tren yang panjang,&#8217; kata Mimi, sapaan Djumiati.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Tiga syarat lain berkaitan dengan penanganan: perawatan mudah, tingkat perbanyakan sedang, dan pertumbuhan lambat. &#8216;Bila tanaman mudah dirawat, biaya perawatan rendah, hobiis dan pemula gampang tertarik. Koleksi tanaman tak akan mengganggu rutinitas sehari-hari,&#8217; ujarnya. Dua sifat yang disebut terakhir disukai produsen dan pedagang. Bila tanaman terlalu mudah diperbanyak, kejenuhan pasar gampang terjadi. Pertumbuhan lambat membuat periodisasi sebuah tren panjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Syarat terakhir tergolong tambahan, tapi berperan penting mempengaruhi publik. Tanaman mesti mempunyai nilai guna selain nilai estetika. Sansevieria bersifat antipolutan dan antiradiasi. Itu sejalan dengan penelitian yang dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Hasil penelitian selama 25 tahun menyebut lidah mertua mampu menyerap 107 polutan udara. Jadi, semua syarat untuk jadi tren itu terpenuhi oleh lidah naga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
<strong>Siklus Berulang </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Sejatinya, tren sansevieria di tanah air bukan kali pertama. Pada 2004-2005, dunia tanaman hias dikejutkan dengan maraknya orang mengebunkan S. laurentii. Kala itu importir dari Korea bergerilya langsung ke pelosok Pulau Jawa untuk mencari kerabat agave itu. Kawasan Bopuncur (Bogor, Puncak, dan Cianjur) di Jawa Barat dan Malang, di Jawa Timur, pun berubah menjadi sentra laurentii. Saking populernya laurentii, tanaman pagar itu menjadi incaran maling.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Sayang, perniagaan ekspor terhenti pada 2005. &#8216;Semua kebun terkena serangan busuk daun karena bakteri Erwinia sp,&#8217; kata Anna Sylvana, eksportir sansevieria. Laurentii rentan penyakit tersebut. Hingga 2007 hanya 2 eksportir bertahan: di Yogyakarta dan Malang. Namun, penelusuran terakhir di penghujung 2007, eksportir di Yogyakarta pun gulung tikar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Menurut Anna tren pada 2004-2005 itu sebetulnya putaran kedua. Pertama kali laurentii dikirim ke mancanegara dimulai pada 2000. Ketika itu nurseri Greenery mendapat permintaan langsung dari Jepang. Ketika itu negeri Sakura itu tengah getol mengkampanyekan sansevieria sebagai antipolusi. &#8216;Hasil penelitian NASA sebetulnya menyebut 10 tanaman penyerap polusi,&#8217; tutur Anna. Tanaman lain kurang gaungnya karena berupa tanaman bunga, krisan, yang umurnya pendek. Atau tanaman daun: phylodendron, aglaonema, dan spatiphylum yang lebih cocok untuk indoor. Lidah mertua cocok untuk indoor dan outdoor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Ketika kegiatan ekspor terhenti, pasar lokal justru terbuka. Namun, jenis yang diminati hobiis lokal bukan laurentii. Yang dicari jenis-jenis berdaun tebal dan bulat. Sebut saja cylindrica, suffruticosa, dan ehrenbergii. Maklum, informasi sansevieria sebagai tanaman antipolusi kian menyebar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
<strong>Laju Impor </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Peluang itu ditangkap para importir tanaman hias. Boen Soediono di Jakarta menjelajahi Thailand. &#8216;Di sana ada 3-4 nurseri yang khusus menyediakan sansevieria,&#8217; kata pemilik nurseri Bloemfield itu. Dari perjalanan 4 kali sepanjang 2007 ia membawa 10 jenis baru yang tergolong langka. Antara lain volkensii, koko, horwood, humiflora, hawaiian star, dan suffruticosa &#8216;frosty spears&#8217;. Begitu sampai di tanahair, tanaman langsung berpindah tangan.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Menurut Boen sebetulnya lidah mertua impor masuk pertama kali ke tanahair pada 1980 melalui kolektor asal Belanda. Sayang, jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak sempat tren. Jenis yang masuk: coral blue dan douglas. Di Wonosobo, coral blue dan douglas ditanam oleh ekspatriat asal Amerika bernama Jack E Craig pada 90-an sebagai elemen taman.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Importir lain, Handhi, mendatangkan lidah jin dari Thailand setiap 2 bulan sejak 2 tahun silam. Jenis yang dibawa twister tsunami. Dalam waktu 6 bulan 50 pot lidah naga setinggi 15 cm dan berdaun 7-8 itu laku dengan harga Rp1-juta per pot. Sejak 4 bulan silam, volume penjualan meningkat menjadi 100 pot per bulan. Jenisnya tak melulu twister, tapi juga patens, suffruticosa, fernwood, dan phillipsiae.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Kehadiran jenis baru dipercaya ikut mendongkrak tren sansevieria. Sejak 3 bulan terakhir omzet nurseri Watuputih dari sansevieria mencapai Rp100-juta per bulan. Yang paling banyak dicari-mencapai 50% volume penjualan-sansevieria berharga Rp500-ribu-Rp1-juta. Semua tanaman didatangkan dari Thailand.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span>Kerikil Tajam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Namun, bila tergiur bisnis sansevieria, bersiaplah melewati jalan terjal dan berliku. Pada awal 2007, Sarjianto bersama seorang rekan mencacah indukan giant, pinguicula, dan kenya yasin untuk perbanyakan. Enam bulan kemudian saat anakan itu siap dijual permintaan lidah jin nol. &#8216;Selama 3 bulan pasar mandek,&#8217; kata pria asal Yogyakarta itu. Padahal, ia berharap meraup omzet minimal Rp20-juta per bulan. Kenyataan, pendapatan ketika itu hanya Rp2-juta per bulan.<br />
Batu sandungan lain, salah penanganan. Sebuah samurai asal Thailand yang dibeli Mimi seharga Rp15-juta pada kuartal awal 2007 semula tampak gagah. Namun, begitu di-repotting, sansevieria itu stres. &#8216;Daun jadi meliuk-liuk karena salah pengemasan saat diimpor. Hingga kini lidah naga itu teronggok di pojokan rumah plastik miliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Penyakit busuk daun tetap jadi momok, terutama untuk jenis laurentii dan hahnii. Hanya dalam hitungan minggu, kebun laurentii dan moonshine untuk ekspor seluas 8 ha milik Greenery luluh-lantak diterjang Erwinia sp. Kini pasar yang dikuasai Indonesia diambil alih oleh Vietnam dan Birma.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Kendala lain, pencurian. Seorang hobiis di Sawangan, Depok, hanya bisa terpekur lesu. Sebanyak 180 jenis sansevieria asal Perancis yang baru datang digondol maling. Padahal, banyak jenis yang mutasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
<strong>Semarak Kontes </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Toh, segudang kendala itu tak menyurutkan semangat para pemain. &#8216;Untuk penanaman di lahan luas memang tidak menguntungkan. Tapi, pembudidayaan sebagai tanaman pot tetap prospektif,&#8217; kata Lanny Lingga di Bogor. Konsumen sansevieria dalam pot adalah hobiis di tanahair.Sebagai contoh, sejak 3 bulan terakhir superba, superba futura, dan tiger yang dipotkan Liling Watiasita di Yogyakarta laris manis. &#8216;Permintaan pot plant meningkat 30%,&#8217; katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Geliat bisnis lidah jin pun didukung maraknya kontes di berbagai daerah. Pada Januari 2008 tercatat 2 kabupaten menggelar kontes: Blora dan Banyumas. Bahkan, Blora kini dicanangkan sebagai kota sansevieria oleh sang bupati, Drs RM Yudhi Sancoyo, MM. Di penghujung 2007, ajang serupa digelar di Surabaya dan Yogyakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Sebulan sebelumnya di Jakarta dan Yogyakarta. &#8216;Sejak 6 bulan terakhir hampir tiap bulan digelar 2 kontes. Peserta berlimpah, mulai 50 hingga tembus 102 peserta,&#8217; kata Willy. Bandingkan dengan 2005, saat itu kontes lidah mertua hanya sekali digelar. Sepanjang 2006 hingga April 2007 kontes sansevieria hanya 4 kali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Frekuensi kontes yang meningkat seiring dengan munculnya komunitas pencinta sansevieria. Di Yogyakarta ada: Masyarakat Sansevieria Indonesia alias MSI. Kini cabang-cabang MSI berdiri di berbagai daerah. Sebut saja Klaten, Solo, Wonosobo, Blora, Tulungagung, Surabaya, dan Ngawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Pergerakan tren pun tertangkap di luar Jawa. Wartawan Trubus, Syah Angkasa, melihat pameran di Padang mulai diramaikan lidah naga. Pun di Lampung, Palembang, Medan, dan Bali. Keriuhan lidah jin itu melahirkan kolektor-kolektor tulen.<br />
&#8216;Mempunyai sansevieria ibarat mengoleksi lukisan pelukis terkenal. Tak semua yang punya uang bisa memiliki. Jumlahnya terbatas sehingga eksklusif,&#8217; kata Michael, kolektor di Semarang. Itulah peluang yang ditangkap orang-orang seperti Harry dan Heroe.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Dikutip dari TRUBUS edisi Februari 2008 dengan judul BOOMING SANSEVIERIA (Destika Cahyana/Peliput: Andretha Helmina, A. Arie Raharjo, Dian Adijaya, Evy Syariefa, Imam Wiguna, Kiki Rizkika, Lastioro Anmi Tambunan, Nesia Artdiyasa, Rosy N Apriyanti, dan Syah Angkasa)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span><br />
Pengelola LangitLangit.com</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=15&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/09/10/boomieng-sansevieria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/09/sansevieria-masonia-congo-giant.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sansevieria-masonia-congo-giant</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sansevieria Dari Wikipedia</title>
		<link>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/08/30/sansevieria-dari-wikipedia/</link>
		<comments>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/08/30/sansevieria-dari-wikipedia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 11:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>May_o_May</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[sansevieria]]></category>
		<category><![CDATA[wikipedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sansevieriaku.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sansevieria Twisted Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing. Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=3&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/08/sansevieria-twisted.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-5" src="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/08/sansevieria-twisted.jpg" alt="" width="250" height="188" /></a><img src="/DOCUME%7E1/LENOVO/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /> <img src="/DOCUME%7E1/LENOVO/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /> <img src="/DOCUME%7E1/LENOVO/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /></p>
<p>Sansevieria Twisted</p>
<p class="MsoNormal">Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.</p>
<p class="MsoNormal">Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, Sanseviera digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-3"></span></p>
<p class="MsoNormal">Dibanding tumbuhan lain, Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.</p>
<p class="MsoNormal">Sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.</p>
<p class="MsoNormal">Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Namun dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa tumbuh subur.</p>
<p class="MsoNormal">Warna daun Sansevieria beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.</p>
<p class="MsoNormal">Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Sumber : Wikipedia</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sansevieriaku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sansevieriaku.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sansevieriaku.wordpress.com&amp;blog=4667898&amp;post=3&amp;subd=sansevieriaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sansevieriaku.wordpress.com/2008/08/30/sansevieria-dari-wikipedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6455d6b334029f134e2876f75e6bc6b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nurmala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sansevieriaku.files.wordpress.com/2008/08/sansevieria-twisted.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
